Keyakinan Kelas Sebagai Upaya Menciptakan Budaya Positif

 

https://assets.pikiran-rakyat.com/crop/0x0:0x0/x/photo/2020/10/15/1495876461.jpg

A. Latar Belakang

Menurut  Ki Hajar Dewantara, guru sebagai penuntun murid menuju kebahagiaan dan keselamatan dengan memperhatikan kodrat anak dan kodrat zaman. Budaya positif di sekolah merupakan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang bertanggung jawab, kritis, dan penuh hormat. Budaya positif sekolah yang dapat di kembangkan untuk membentuk karakter murid antara lain budaya patuh kepada orang tua (guru), budaya membaca, budaya jujur, budaya bersih, budaya disiplin, budaya kerjasama, budaya efisien/hemat. Budaya sekolah dapat menuntun murid untuk melakukan hal positif sehingga di harapkan dapat membentuk karakter yang kelak akan berguna untuk mereka. Peran guru berupaya mengarahkan/memasukkan budaya positif sekolah kedalam keyakinan kelas. Jika budaya positif sekolah dilakukan dengan komitmen, konsisten dan kontiniu, keyakinan kelas dapat menggambarkan budaya/kultur di sekolah tersebut. Secara lebih luas lagi bukan tidak mungkin peradaban masyarakat pun akan menjadi peradaban yang berbudaya positif.

 

B. Tujuan

Adapun tujuan dalam tindakan ini adalah :

1. dengan menerapkan budaya positif di kelas/sekolah diharapkan dapat menumbuhkan karakter pada siswa dan senantiasa berpikir positif dalam segala tindakan/perbuatan sehari-hari.

2. Menjadi bekal pengalaman belajar bagi guru dan murid, sehingga terbiasa berbudaya positif dimana pun berada.

3. Senantiasa bersikap dan berprilaku budaya positif yang mencerminkan pelopor pelajar pancasila yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia.

 

C. Tolok Ukur

Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan penerapkan budaya positif sekolah, tolok ukur yang digunakan:

1. Merancang Keyakinan Kelas melalui kegiatan kesepakatan kelas yang dilakukan secara bersama antara guru dan murid

2. Murid dan guru secara sadar dan senang, komitmen dan konsisten dalam menjalankan keyakinan kelas yang sudah disepakati (kesepakatan kelas di rancang tdk terlalu banyak, bahasa mudah di pahami). Upaya sadar ini akan meninbulkan motivasi intrinsik dalam diri murid.

3. Tumbuh dan berkembang karakter murid sebagai hasil terbiasa berbudaya positif.

4. Adanya perubahan sikap dan prilaku murid setelah dijalankannya keyakinan kelas. Ini dapat kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

 

D. Linimasa yang akan dilakukan

1. Melakukan perencanaan

Membuat perencanaan kegiatan supaya sesuai dengan tujuan.

2. Mengkomunikasikan perencanaan kegiatan dengan kepala sekolah

Mengkomunikasikan perencanaan dengan kepala sekolah untuk mendapatkan masukan dari kepala sekolah.

3. Melakukan revisi perencanaan hasil konsultasi dengan kepala sekolah untuk menghasilkan perencanaan yang lebih baik.

4. Pelaksanaan tindakan aksi nyata berpedoman pada perencanaan yang telah di buat,

Membuat kesepakatan kelas secara bersama antara guru dan murid. proses ini sampai dengan hasilnya kemudian di tempel di dinding kelas, pilih dinding yang mudah terbaca murid, sebagai upaya mengontrol perilaku murid. Setiap hari melakukan pengamatan terhadap prilaku dan perkembangan murid, jika ada prilaku murid yang tidak sesuai dengan kesepakatan kelas, maka di arah/ di ingatkan agar dapat menyesuaikan/merubah prilaku sesuai dengan kesepakatan kelas yang telah dibuat. membuat catatan prilaku sebagai bukti untuk mengetahui nama murid yang pernah bermasalah dan mengarahkan kepada kesepakatan kelas (kesepakatan kelas nomor berapa yang dilanggar). Murid yang kesulitan dalam melaksanakan kesepakatan kelas, dilakukan kerjasama dengan orang tua baik secara lansung atau pun melalui WA.

5. Melakukan evaluasi dan refleksi. Di akhir semester dilakukan evaluasi dan refleksi terhadap kesepakatan kelas, adakah yang perlu di ubah atau ditambah setelah mengamati perubahan prilaku murid.

6. Dari hasil catatan prilaku murid dapat disimpulkan adanya perubahan sikap dan prilaku murid kearah yang lebih baik. Sebagai laporan dibuat dalam bentuk kesimpulan terhadap perubahan sikap dan prilaku murid yang telah terlihat. Untuk memperkuat kesimpulan bisa menambahkan dokumentasi.

 

E. Dukungan yang dibutuhkan

1. Stakeholder (kepala sekolah dan rekan sejawat)

2. Orang tua murid (menyamakan persepsi untuk pengontrol perilaku siswa di rumah)

3. Media ( untuk menambah semangat murid, ditempelkan poster dan gambar-gambar yang menunjukan rasa senang dan selalu berbudaya positif).

 

Komentar

  1. iya salah. kok yang ini...bukan yang vidio.... tu kan...kasih jadwal jangan terburu-buru jadi binggung

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar